Sanem Istiqomah Tolak Diskotik saat Disambangi ANTAB, Masyarakat, dan Ulama


Aliansi Umat Islam Belitung Dampingi Warga Kelurahan Tanjungpendam

belitungupdate.com Tanjungpandan – (11/01/2018) Ruang Rapat Bupati hari ini ramai disambangi oleh Aliansi Ummat Islam Belitung (ANTAB) berkaitan mengawal jalannya roda pemerintahan yang dekat dengan unsur-unsur syar’i.

Isu hangat kali ini menjadi fokus pembahasan masalah yang disampaikan oleh ANTAB mengenai laporan Masyarakat Kelurahan Tanjungpendam terkait Tempat Hiburan Malam yang meresahkan selama beberapa bulan belakangan.

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) menanggapi hal ini dengan serius dan penuh apresiasi yang tinggi kepada Masyarakat, Tokoh Masyarakat, serta Ulama yang tetap bahu membahu menghadapi permasalahan.

Sanem menyampaikan sudah sekitar tiga kali sempat dikunjungi oleh manajemen Xtream Bar (X-Bar) kerumah Dinas Bupati Belitung. Kedatangan manajemen dan pemilik X-Bar itu tak lain untuk meloloskan agar operasional X-Bar bisa dibantu.

Namun, selama pertemuan dengan pemilik X-Bar, Bupati Belitung ini belum memberikan respon apapun terkait hal tersebut. Sebab dalam era pembangunan daerah kali ini Sanem mengusung Empat “U” yakni Ulama, Umaroh, Usahawan dan Umat agar senantiasa lebih dekat lagi.

“Jadi saya berprinsip, semua kewenangan itu berada ditangan rakyat. Saya juga terima kasih dan memberikan apresiasi tinggi, karena semua sudah peduli dengan persoalan seperti ini.”

Alhamdulillah ulama hari ini memberikan evaluasi terhadap perkembangan pariwisata,” kata Sanem.

Sanem bercerita dalam beberapa pertemuan dengan menejemen dan pemilik X – Bar, bukan untuk membuka THM, melainkan ingin membuka restoran. Saat itu pula, Sanem menegaskan bahwa tidak akan membuka peluang investasi dibidang Entertainment maupun yang serupa, karena Belitung jelas Menjual Keindahan alam serta kebudayaannya.

“Kedepan apapun yang akan dibangun saat ini, semuanya jelas kekuasaan tertinggi ditangan rakyat. Saya bilang juga kalau masyarakat mendukung silahkan, tapi saya minta surat dukungan nya dan sampai sekarang tidak ada.”

“mereka bilang sudah ngontrak, saya bilang kontrak tempat itu urusan kalian (X-Bar) bukan urusan saya,” ucapnya.

Kata Sanem, disaat meminta surat dukungan tersebut, Ia sempat memberikan ulitimatum dan deadline kurun waktu satu minggu kepada XBar. Apabila tidak memegang surat dukungan dari masyarakat, maka Sanem akan membubarkan tempat tersebut.

“Nah dengan audiensi hari ini (kemarin) saya terus terang saja, sangat berterima kasih. Karena dasar penolakan masyarakat, apalagi ulama ini sangat penting sebagai dasar saya.”

“Penolakan ini akan saya teruskan ke Xtream Bar untuk segera menutup, kalau tidak, saya nanti langsung kesana menutupnya bersama masyarakat,” tambah sang Bupati dengan Tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *