Kronologi Warga Gelar Penolakan X-Treme Bar, Meski Tetap Buka dengan Pengamanan Aparat

BELITUNGUPDATE.COM – Tanjungpandan (31/12/2018), Warga kelurahan tanjungpendam didampingi Ormas Islam dan LSM turun kejalan berdzikir bersama dan bershalawat mengharapkan perundingan diantara pengelola serta mediator mendapatkan hasil yang maksimal, yakni tidak beroperasinya diskotik tersebut.

Disaat warga bershalawat banyak yang menduga mediator tertekan dengan hadirnya beberapa oknum preman pada saat perundingan berlangsung. Warga setempat dilarang oleh aparat kepolisian untuk mendekatkan diri, namun disisi lain pihak Xbar lebih banyak jumlahnya yang mendampingi.

“Itu tidak adil, masa iya mediasi ditempat yang tidak netral masa iya polisi yang mengatur jumlah yang tidak seimbang itu” ujar salah seorang warga saat aksi berlangsung.

Ketida seimbangan terlihat ketika perwakilan warga sebagai mediator mulai menemui pihak Xbar ditempat yang berhadapan dengan lokasi dan jumlah yang tak seimbang. Sementara pihak pengamanan hanya mengamankan warga agar tidak terjadi pergesekan antara pengamanan yang disiapkan oleh pengelola Xbar.

Orasi yang disampaikan oleh Fajar dalam aksi penolakan tersebut “masalah warga yang dihadapi saat ini bukan lah menjadi konsumsi yang terdampak saja, tapi menjadi masalah ummat semua, disini hadir dari jalan Gatot Subroto, jalan Sriwijaya, kampung Air Raya dan sebagainya.”

“Kami melihat ketidakadilan disini oleh sebabnya kita tak perlu gentar dalam menghadapi mereka.” Ujarnya ditutup dengan takbir yang menggelora.

Dari hasil laporan yang kami dapatkan beberapa dokumen yang digunakan sebagai dasar beroperasinya Xbar malam ini ialah Surat Izin Keramaian dari pihak Kepolisian Resort Belitung. Pihak pengelola Xbar menambahkan merasa telah mengantongi izin beroperasi.

Namun warga yang diwakili oleh Juru Bicara Hartian menampik hal tersebut “ijin keramaian dari pihak Kepolisian yang mereka gunakan izin pribadi namun yang menjadi pertanyaan kenapa ada sponsor serta kenapa harus bayar masuknya.”

“Dan izin yang mereka kantongi ilegal. Kita tetap mengawal hal ini hingga kejaksaan apabila benar mereka mengantongi izin usaha yang tidak ditanda tangani oleh warga terdampak. Karena kita merasa tidak pernah menandatangani perizinan tersebut.” Tegasnya dalam penjelasan pada aksi Penolakan Xbar tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *